Bertemu di Batas Mimpi
Bertemu di Batas Mimpi Malam hari yang sunyi. Di kamar kecil, seorang gadis sedang tertidur pulas di kasur empuknya. Namanya Luna, gadis yang dikenal pendiam dan jarang berbicara. Di sekolah, ia hanya lewat begitu saja; orang-orang tahu ia ada, namun Luna seperti bayangan yang berjalan tanpa bisa disentuh. Setiap hari, Luna pulang ke rumah yang sepi—rumah yang hanya diisi suara detak jam dinding yang terus berdetak setiap detik. Ibu dan ayahnya telah lama meninggal sejak ia berusia sepuluh tahun. Setiap malam, Luna tidur dengan perasaan kosong dan hampa di dadanya. Namun malam itu berbeda. Begitu Luna memejamkan mata, ia tidak sekadar tertidur lelap. Ia merasa seolah jatuh—jatuh ke dalam mimpi yang aneh. Saat membuka mata, Luna mendapati dirinya berada di tempat yang terasa asing: sebuah danau yang begitu luas, langit malam yang terang oleh ribuan bintang, dan udara yang hangat meski sunyi. “Ini… mimpi?” gumam Luna sambil melangkah menyusuri tepi danau. “Kenapa aku bisa di sini? T...